menu horizontal

Kesenian Daerah DIY Yogyakarta

KESENIAN DAERAH DIY YOGYAKARTA



 Kesenian Yogyakarta

1.  Sendratari Ramayana
Sendratari Ramayana merupakan satu kesenian yang paling terkenal di Yogyakarata, biasanya turis mancanegara sangat menyukai pertunjukan ini. Biasanya sendratari ini dipertunjukan di Candi Prambanan. Sendratari ini menceritakan tentang perlawanan antara budi perekrti yang baik yang ada dalam diri Sri Rama (dari negara Ayodhiyapala) melawan sifat jahat yang ada dalam diri Rahwana (maharaja angkara murka dari negara Alengka). Sendratari ini memiliki empat episode berbeda disetiap pertunjukannya diantaranya, Hilangnya Dewi Shinta, Hanoman Duta, Kombokarno Leno, dan Api Suci. Sendratari ini dipentaskan setiap bulan Mei sampai Oktober.
2. Upacara Sekaten

Acara ini merupakan acara tradisi jawa dalam memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. Masyarakat Yogya beranggapan apabila ikut serta dalam peringatan ini akan mendapat imbalan dari Yang Maha Kuasa yaitu awet muda, dan sebagai “Srono” atau syaratnya, mereka harus mengunyah sirih di halaman Masjid Agung dari awal acara dimulai.
. 
3.Upacara Grebeg Maulud

Upacara Grebeg Maulud merupakan puncak dari upacara kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pada 12 Maulud, setelah esoknya gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu dimasukkan kedalam Keraton yang disebut dengan “Bendhol Songsong”. Sebagai puncak drai acara ini adalah membawa gunungan ke Masjid Agung dan membagi-bagikannya kepada masyarakat setelah didoakan. Lalu gunungan ini yang akan ditanam di area pertanian agar menjadi subur.
4. Upacara Labuhan Pantai

Upacara ini ditujukan untuk Ratu Laut Selatan dengan mempersembahkan baju, alat-alat rias wanita serta bunga-bungaan untuk sang Ratu. Untuk permohonan kesejahteraan kepada Ratu Kidul. Sedangkan berbagai pakaian bekas, potongan kuku serta potongan rambut Sri Sultan ditanam di Sengker (suatu areal di Pantai Parangkusumo).
5. Seni Wayang Jawa

Salah satu ciri khas kebudayaan Yogyakarta khususnya Jawa adalah seni wayang. Kesenian wayang merupakan kreasi budaya masyarakat Jawa Tengah yang dalam setiap ceritanya memiliki filosofi akan kehidupan masyarakat Jawa, seperti kisah-kisah kepahlawanan, raja-raja terdahulu atau mitologi masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa sangat menggemari wayang dikarenakan setiap cerita yang terdapat dalam kesenian wayang ini dapat dijadikan pedoman masyarakat dalam menjaga kebudayaan Jawa sendiri. Ada sekitar 40 jenis wayang di Jawa diantaranya adalah Wayang Beber, Wayang Klintik, Wayang Kulit, Wayang Krucil, dan Wayang Golek. Disetiap pementasan wayang selalu dipimpin oleh seorang Dalang yang memahami alur cerita dalam pewayangan. Pertunjukan wayang ini selalu diiringi oleh musik gamelan.
6.  Upacara Tumplak Wajik

Upacara Tumplak Wajik ini diselenggarakan dua hari sebelum acara grebegan. Bertempat di halaman Kemandungan Selatan atau Magangan keraton Yogyakarta. Upacara Tumplak Wajik berarti menumpahkan wajik (sejenis makanan yang terbuat dari ketan) sebagai dasar pembuatan gunungan sebelum acara grebegan dimulai. Upacara ini diiringi oleh musik kothekan (musik dari lesung dan kenthongan).
7.  Upacara Siraman Pusaka

Upacara Siraman Pusaka ini dilakukan setiap Selasa atau Jumat kliwon pada bulan Jawa Sura, keraton mengadakan acara ini untuk membersihkan benda-benda keramat milik keraton serta kereta-kereta istana. Sedangkan pada hari Jumat kliwon di makam raja-raja di daerah Imogiri dilakukan upacara pengurasan dan pencucian air dalam guci-guci atau jambangan yang disebut Enceh. Konon, menurut masyarakat Jawa apabila meminum air ini akan jauh dari malapetaka atau marabahaya, dihindrakan dari penyakit, serta awet muda.
8. Ketoprak Jawa

Ketoprak merupakan salah satu kesenian Jawa yang bentuk penyajiannya seperti drama, namun ketoprak memiliki cerita khas yang mengandung sejarah masyarakat Jawa. Ketoprak dimainkan oleh beberapa orang yang berperan dalam satu cerita tersebut, kostum dan dandanannya selalu disesuakan dengan alur cerita. Biasanya dalam setiap pementasan ketoprak selalu diiringi oleh tembang-tembang Jawa.
9.Upacara Saparan Wonolelo

Upacara Saparan Wonolelo dilaksanakan oleh penduduk Wonolelo, Ngemplak Sleman setiap Bulan Sapar, Kamis Pahing atau Jumat Pon. Acara ini mengarak keris pusaka Ki Ageng Wonolelo yang menjadi tokoh leluhur keturunan Brawijaya dan merupakan cikal bakal penduduk desa Wonolelo.
10.  Kesenian Gamelan

Gamelan merupakan alat music khas Jawa tengah khususnya Yogyakarta. Music gamelan ini sering digunakan dalam upacra-upacara adat di Yogyakarta atau sebagai music pengiring di keraton Yogya. Salah satu tempat di Yogyakarta dimana anda bisa melihat pertunjukan gamelan adalah Kraton Yogyakarta. Pada hari Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB digelar gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri. Hari Sabtu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring wayang kulit, sementara hari Minggu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring tari tradisional Jawa. Untuk melihat pertunjukannya, anda bisa menuju Bangsal Sri Maganti. Sementara untuk melihat perangkat gamelan tua, anda bisa menuju bangsal kraton lain yang terletak lebih ke belakang.
SUMBER:http://kebudayaankesenianindonesia.blogspot.co.id/2011/05/kesenian-yogyakarta-andini-binayuda.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar